Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan) mendoring sekolah untuk melakukan perbaikan pembelajaran melalui Asesmen Nasional (AN). Kepala  Balitbang menyampaikan bahwa Asesmen Nasional ini lebih komprehensif karena tidak    hanya mengukur hasil belajar kognitif peserta didik, yaitu literasi dan numerasi, akan tetapi juga mengukur sisi social emosional atau karakter siswa seperti kecenderungan untuk kreatif, bernalar kritis, akhlak terhadap sesama dan alam sekitar, empati, serta gotong    y,,,royong.

 

Jadi, apa itu Asesmen Nasional?

Asesmen Nasional adalah pemetaan mutu Pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah dan program keset.lhraraan jenjang dasar dan menengah. Ada tiga komponen dalam Asesmen Nasional yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan.

Asesmen Nasional bertujuan tidak untuk mengevaluasi siswa per individu dan tidak dimanfaatkan untuk syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Asesmen Nasional hanya sebuah evaluasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dalam Asesmen Nasional yang akan dinilai adalah literasi, numerasi, karakter siswa, dan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan di sekolah. Asesmen Nasional juga bertujuan untuk mengetahui sekolah mana yang paling tertinggal, sehingga kedepannya Kemendikbudristek dapat memetakan strategi dan anggaran untuk membantu sekolah-sekolah yang teridentifikasi.

 

Siapa peserta Asesmen Nasional?

Seluruh sekolah di Indonesia wajib mengikuti Asesmen Nasional. Tetapi hanya sebagian siswa saja yang akan mengikuti Asesmen Nasional, yaitu 30 siswa SD, 45 siswa SMP, dan 45 siswa SMA ditambah siswa yang ikutan kejar paket A, B, dan C di tahun terakhir.

Kenapa hanya sebagian yang ikut? Karena ini sesuai dengan tujuan Asesmen Nasional, yaitu untuk memperoleh gambaran Pendidikan pada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Jadi yang diperlukan hanya responden siswa sebagai sampel, tidak harus semua siswa ikut.

Lantas, apakah ada perbedaan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti Asesmen Nasional? Tidak ada perbedaannya. Siswa dipilih secara acak oleh pemerintah. Tidak ada konsekuensi berupa nilai atau apapun, dan tidak ada korelasi antara tingkat prestasi siswa dengan keikutsertaan dalam Asesmen Nasional.

Disamping itu, peserta Asesmen Nasional adalah siswa kelas 5, 8, dan 11. Kenapa dipilih seperti itu karena tujuannya mengevaluasi sistem Pendidikan. Maka dipilih yang sudah cukup mendapatkan materi disekolah, sudah menjalankan kegiatan belajar mengajar dan sudah mengenal lingkungan sekolah. Nantinya, hasil Asesmen Nasional akan digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas sekolah. Jadi siswa yang mengikuti Asesmen Nasional masih bisa merasakan peningkatan tersebut.

 

Apa saja yang diujikan?

Asesmennya terbagi menjadi 3, yaitu:

  1. Asesmen Kompetisi Minimum

AKM terdiri atas:

  • Literasi membaca : kemampuan memahami bacaan serta menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan bacaan tersebut sehingga bisa mendapatkan pemahaman utuh serta memecahkan persoalan.
  • Literasi numerasi : kemampuan berpikir dengan menggunakan data, fakta, dan rumus matematika, sehingga bisa menerapkannya untuk menyelesaikan masalah.
  1. Survei Karakter

Berfungsi untuk mengetahui sikap, nilai-nilai kebangsaan, dan kebiasan siswa.

  1. Survei Lingkungan Belajar

Survei ini mengacu pada lingkungan sekitar sekolah dan suasana belajar mengajar. Tidak hanya siswa, guru juga mengikuti Asesmen Survei Lingkungan Belajar.

 

Bentuk ujiannya akan berbentuk online dan menggunakan pendekatan adaptif. Soal akan menyesuaikan kemampuan siswa. Contohnya jika nomor 1 salah, maka siswa akan mendapatkan soal yang lebih mudah pada soal nomor 2. Namun jika benar, siswa akan mendapatkan soal yang lebih sulit. Asesmen Nasional akan dilakukan selama 2 hari.

Semoga Asesmen Nasional bisa berjalan lancer dan efektif meningkatkan mutu Pendidikan di Indonesia ya.